Pages

Labels

Bydraers

Aangedryf deur Blogger.

Saterdag 24 Augustus 2013

Perawatan PC



Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC. Sebuah PC terdiri dari beberapa komponen, dimana masing masing komponen memiliki fungsi tersendiri yang akan saling berkaitan. Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah case komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti : Penyedot debu mini, Kain kering atau tisu, Cairan pembersih / cleaner, Disk cleaner, Cd Cleanet. Sedangkan untuk alat perlu disediakan: Obeng, Tang, Kuas
1) Bahan atau peralatan untuk membersihkan komponen PC
a). Penyedot Debu Mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat dengan ukuran yang beragam dimaksudkan untuk menyesuaikan luas sempitnya sudut-sudut pada komponen. Alat ini sangat tepat digunakan untuk membersihkan rangkaian di mainboard dan di sudut-sudut casing  komputer.

Gambar 1. Penyedot Debu Mini

b). Kain Kering Atau Tisu dan Cairan Pembersih
Kain kering atau tisu  digunakan untuk membersihkan  kotoran cair yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar atau belum mengering. Kotoran cair sangat berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek atau kerusakan fatal pada komponen PC. Sedangkan Cairan pembersih digunakan untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti percikan dari tinta printer. 

Gambar 2. Kain Kering dan Cairan Pembersih

c). Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu atau sarang serangga. Selain itu kuas juga digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi casing. Kuas dapat juga digunkan untuk membersihkan motherboard dan sirip heatsink pada prosessor.

Gambar 3. Kuas Pembersih

d). Disk Cleaner
Disk cleaner digunakan untuk  membersihkan head dari diskdrive dari pengaruh debu atau kotoran yang menempel pada head floopy drive. Disk cleaner terdiri dari cairan pembersih dan floopydisk yang piringannya diganti dengan kertas tisu.

Gambar 4. Disk Cleaner

e). CD Cleaner
CD cleaner prinsip kerjanya sama dengan disk cleaner yaitu dengan menggosok bagian yang berdebu atau kotor dengan cairan pembersih dengan memanfaatkan putaran. Beda cd cleaner dengan disk cleaner hanya terletak pada bentuknya  yaitu pada cd cleaner menggunakan sikat kecil atau sirip yang dipasang pada disk.

Gambar 5. CD Cleaner

f). Obeng
Obeng merupakan peralatan penting bagi para teknisi komputer, karena dengan alat inilah teknisi mampu membuka dan melepas komponen dalam PC. 

Gambar 6. Obeng

g). Tang
Jenis tang untuk keperluan teknisi dalam melakukan perawatan komponen PC adalah tang cucut dan tang kombinasi. Tang cucut banyak digunakan untuk memegang kepala skrup atau jumper yang kecil. Sedangkan untuk tang kombinasi digunakan untuk memotong kabel dan keperluan lainnya.






Gambar 7. Tang

Rangkuman 1

Walaupun komponen PC terletak dalam sebuah casing komputer namun masih banyak kotoran yang dapat mengganggu fungsionalitas komponen baik dari debu maupun sarang serangga. Untuk membersihkan kotoran tersebut dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti : Penyedot debu mini, Kain kering atau tisu, Cairan pembersih / cleaner, Disk Cleaner, CD Cleaner Sedangkan untuk alat perlu disediakan: Obeng, Tang, Kuas

Donderdag 22 Augustus 2013

Konsep Evaluasi Dalam Penanganan Efektif



Pendapat Kaufman dan Thoms (1980) mengenai perbedaan antara penelahaan dan kebutuhan dan
evaluasi. Mereka mengemukakan bahwa dengan penelahaan kebutuhan membantu kita untuk
mengetahui apa yang seharusnya kita kerjakan untuk menutup kesenjangan, yakni pada awal kegiatan,
yang menjadi dasar untuk menyusun program, sedangkan evaluasi membantu kita untuk mengetahui apa
yang harus kita lakukan pada saat program sedang berlangsung.
Evaluasi membantu untuk membuat sesuatu lebih baik, karena berkat hasil-hasil evaluasilah dapat
diambil tindakan tertentu. Evaluasi membantu untuk mengidentifikasi kesenjangan antara hasil-hasil
yang dicapai saat ini dan hasil-hasil yang diinginkan, ketika program sedang berjalan, dan evaluasi
membantu mencapai tujuan-tujuan berkat informasinya.

Saterdag 17 Augustus 2013

PC Care

Computer peripheral equipment is a supporter of a PC. A PC consists of several components, where each component has its own function that will be relevant. Although the components of PCs located in a computer case, but still a lot of dirt which may interfere with the functionality of both components from dust and insects nest. To clean up the equipment and materials used can be as simple as: mini vacuum cleaners, dry cloth or paper towels, liquid cleanser / cleaner, disk cleaner, Cd Cleanet. As for the tool needs to be provided: Screwdriver, Pliers, Brush1) Material or equipment to clean the PC componentsa). Mini Vacuum CleanerMini vacuum cleaner brush is almost the same as that used to remove dust. But the vacuum cleaner and easier. At the end of the mini vacuum cleaner equipped with a brush with different sizes intended to fit the narrow angle wide-angle on the component. This tool is ideal to use for cleaning the circuit on the mainboard and in the corners of the computer case.house_clean_3256w


 














Selengkapnya . .. . . .. .. .

STRESS MANAGEMENT AND VICE PRINCIPAL

Stress is personal. 
a. Stress occurs when a person is unable to control his desires. 
Managing the stress means mage  lust. Stress can occur anywhere and at anytime. Stress can affect psychis and physical health. 
Mental illness that causes physical pain called psychosomatic. Stress can be positive and negative consequences for one's performance. 
To cope with the stress, avoid the cause. 

b. Definition Stress is too much pressure on the person to bear. 
     Pressure caused by the ongoing conflict. Stress due to a mental stressor that makes feel tense, angry, frustrated, or unhappy. Stress on a person may be a pleasure for others. Poistif and stress can impact negatively. 
Positive stress that as a motivator to do better. Conversely, negative stress can impair mental and physical health. It depends on people's ability to find 
a balance between the needs of the ability to cope. 
b. In coping with stress, optimists believe people should be able to handle. 
c. Benefits of Stress Management To help yourself and staff in dealing with stress. 
d. Main causes of stress 

1) Personal Factors 
a) Issues families 
b) Problems keuanga. 
c) Health Issues 
d) Personality 
e) Conflict 

2) Organizational Factors 
a) Most tasks 
b) Too few tasks 
c) The dual role 
d) Conflict 

3) Work Environment 
a) bad conditions 
b) Political 
c) bad labor relations 

 4) Environment 
a) Economic uncertainty 
b) Changes in 
c) Political 
e. Symptoms of Stress 

1) Physical reactions: Headache, neck, back, abdomen, shortness breath, palpitations, his countenance sad, and scared. 
2) mental reaction: doubt, loss of passion (eat, work, sex), imsonia, hostile, irritable, quick-tempered, not confident, not disciplined, challenging, often absent, etc.. 

f. Stress due 

1) Physical a) Lever (heart pain) 
b) Dizziness 
c) High blood pressure 
d) high Kolestorel 
e) Heart 
f) Kidney 
2) Emotions 
a) Anxious 
b) Konsemtrasi menrun 
c) Decision-making is slow 
d) Despair 
e) Depression 
f) Suicide 

 3) Behavior 
a) Aggression 
b) Productive (Positive) 
c) Evade (including frequently truant or absent) 

 4) Peak Success 
a) Believe in yourself 
b) Achievement of goals 
c) feeling of calm 
g. How to Cope with Stress 
1) Addressing the cause. So feel the symptoms of stress, try to identify the cause. Identify the cause. Overcome the cause of the easiest to start difficult. Stress can be prevented if you know the cause, by learning from past experiences, trying to adjust and avoid it. Our defense for mengahdapi stress is physical and mental endurance. 
Overcome physical fitness with a healthy diet and adequate rest. 

Mental resistance overcome by increasing the faith and piety and adequate rest. 2) Helping yourself by way of: 
a) Balancing life especially thought and remembrance 
b) Relaxation 
c) Recreation 
d) Exercise 
e) Healthy Living (balance diet, get rid of cigarettes, avoid stress, manage blood pressure, and exercise regularly raga). 
f) Share issue (outpouring of the heart to someone who believed). 
g) Enjoy the humor (laugh) 
h) sufficiently Sleep 
i) Manage waKepala School you well 
j) Taking pills must be prescribed by a doctor. 
k) Positive Thinking. 

3) Helping Staff 
 a) Hold a personal approach. 
 b) Do not reveal in public and prosecute. 
 c) Provide an opportunity to vent. 
 d) Invite a way to solve the joint stress.
 e).  VICE PRINCIPAL Management School 
1) Characteristics of School VICE PRINCIPAL 
a) WaKepala School is money 
b) School WaKepala never come back again c) School WaKepala same for all the 24 hours 
d) WaKepala Schools can not be saved or abbreviated, 24-hour stay. e) School WaKepala can be used as well as possible or dissipated. 
f) WaKepala School is the rarest resource (Drucker) 
g) WaKepala School for a very busy it is less so School waKepala crisis that can cause stress. 
h) More. . . .. .

Donderdag 15 Augustus 2013

MEMAHAMI NILAI-NILAI DAN NORMA-NORMA YANG BERLAKU DI MASYARAKAT


    Masayarakat merupakan lingkungan pendidikan non formal yang tidak kalah pentingnya bila dibandingkan dengan pendidikan formal, sebab di dalam masyarakat anak lebih leluasa dan lebih banyak waktu untuk berkembang.
    Sekolah sebagai pusat pendidikan, lahir, tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat. Sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan perangkat masyarakat.
    Pada sisi lain keberadaan sekolah sebagai lembaga sosial yang terletak di tengah-tengah masyarakat memungkinkan pula sekolah menjadi lingkungan pendidikan dengan ciri khas masyarakat belajar di dalamnya.
    Dalam hal ini pendidikan di sekolah harus mengenal nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pedoman  hidup sebagai pribadi, anggota masyarakat dan warga negara yang baik.
A. Setiap Orang Terlahir dalam Keadaan Baik.
    Bayi lahir di dunia pada dasarnya dalam keadaan baik dan tanpa dosa. Walaupun dia terlahir dari seorang ibu yang berperilaku tidak baik. Manusia terlahir dibekali oleh Tuhan dengan segala potensi kebaikan. Tidak semua orang menyadari bahwa sebenarnya dirinya memiliki potensi. Namun seiring dengan pertumbuhannya, dia bergaul dengan lingkungan. Lingkungan inilah yang ikut mempengaruhi kepribadian, kecerdasan dan segala macam aspek yang dimiliki setiap individu.

B. Pengaruh Lingkungan terhadap Perilaku Manusia.
    Konsep behaviouristik  memandang bahwa tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya. Individu bisa menjadi baik atau tidak ditentukan lingkungannya. Seiring dengan perkembangannya dan sejalan dengan waktu, manusia berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan soaial maupun non sosial. Seorang remaja sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan sosialnya. Bila lingkungan sosialnya baik, maka ada kecenderungan remaja tersebut baik, demikian pula sebaliknya. Maka tidak heran apabila ada anak seorang ahli agama, namun anaknya bertingkah laku menyimpang dari ajaran agamanya.

C. Norma-Norma yang Berlaku di Masyarakat.
Setiap individu dalam kehidupan sehari-hari melakukan interaksi dengan individu atau kelompok  lainnya. Interaksi sosial mereka juga senantiasa didasari oleh adat dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Misalnya interaksi sosial di dalam lingkungan keluarga , lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat dan lain sebagainya.
Masyarakat yang menginginkan hidup aman, tenteram, dan damai tanpa gangguan, maka baginya perlu mempunyai pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup, sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin. Setiap anggota masyarakat mengetahui hak dan kewajibannya masing-masing. Tata peraturan  itu lazim disebut kaidah ( berasal dari bahasa Arab ) atau norma ( berasal dari bahasa latin ) atau ukuran-ukuran.
Norma-norma itu mempunyai dua macam isi dan menurut isinya berwujud : perintah dan larangan. Apakah yang dimaksud  perintah dan larangan menurut isi norma tersebut ? Perintah merupakan kewajiban bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena kibat-akibatnya dipandang baik. Sedangkan larangan merupakan kewajiban bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipanang tidak baik. Ada bermacam-macam norma yang erlaku di masyarakat. Macam-macam norma yang telah dikenal luas ada empat, yaitu : norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hokum.
1.    Norma Agama
Norma agama ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “ siksa” kelak di akherat. Contoh norma agama ini di antaranya  ialah larangan untuk membunuh dan mencuri, perintah untuk beribadah dan berbuat baik terhadap sesama.
2.    Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia. Contoh norma ini  di antaranya ialah larangan mencuri milik orang lain, berlaku jujur, atau berbuat baik terhadap sesame manusia.
3.    Norma Kesopanan
Norma kesopanan ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormatmenghormati. Akibat dari pelangaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.
Hakekat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat ( regional ) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian. Contoh norma ini di antaranya adalah : mendahulukan wanita ketika di dalam kereta api, bus dan lain-lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi, tidak makan sambil berbicara, tidak meludah di lantai atau di sembarang tempa, orang muda harus menghormati orang yang lebih tua, dan lain-lain.
4.    Norma Hukum
Norma hukum ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan Negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin dan agama.Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar, yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini di antaranta ialah hukum untuk tidak menghilangkan jiwa/nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setinggi-tinginya 15 tahun, larangan mengganggu ketertiban umum, dan lain-lain. Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan. Perundang-undangan baik yang sifatnya nasional maupun peraturan daerah dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnya. Oleh karena itu, norma hokum sangat mengikat bagi warga negara.
5.    Hubungan Antar Norma
Kehidupan manusia dalam masyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur oleh norma-norma agama, kesusilaan, dan kesopanan serta kaidah-kaidah lainnya. Kaidah-kaidah sosial itu mengikat dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana  kaidah itu berlaku. Hubungan antara hukum dan kaidah –kaidah sosial lainnya itu saling mengisi. Artinya kaidah sosial mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, juga saling memperkuat. Suatu kaidah hukum, misalnya “ kamu tidak boleh mencuri” diperkuat oleh kaidah sosial lainnya seperti kaidah agama, kesusilaan, dan adat juga berisi suruhan yang sama.
    Dengan demikian, tanpa adanya kaidah  hukum pun dalam masyarakat sudah ada larangan   untuk tidak mencuri. Hal yang sama juga berlaku untuk “penipuan”, “penggelapan”, atau pelanggaran hukum lainnya. Hubungan antara norma agama, kesusilaan, kesopanan dan hokum yang tidak dapat dipisahkan itu dibedakan karena masing-masing memiliki sumber yang berlainan. Norma agama sumbernya kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Norma kesusilaan sumbernya suara hati,.Norma kesopanan sumbernya keyakinan masyarakat yang bersangkutan dan norma hukum sumbernya peraturan perundang-undangan.












MENGATASI STRESS…!



MENGATASI STRESS…!
Apa itu stress..!
Stres adalah hidup. Tidak ada hidup tanpa stress. Hidup tanpa stress sama dengan mati. Stres adalah teman yang senantiasa ada bersama anda, oleh karena itu jangan takut stress tetapi jangan meremehkan stress, karena suatu waktu dapat membuat anda terjatuh.
Untuk itu anda perlu mengenali stress dan cara-cara mengatasi stress.

            Ada bentuk-bentuk bahasa tubuh, untuk mengenali stress, yaitu :

NO
ASPEK
TANDA-TANDA

A
Penampilan




  1. Anda terlihat ceroboh
  2. Anda terlihat kotor seperti yang tampak dari pakaian yang anda kenakan.

  1. Anda terlihat malas dalam setiap kesempatan.
  2. Tidak ada gairah dalam diri anda.

B
Kepercayaan Diri
1.        Anda seperti tidak dapat membuat keputusan-keputusan
2.        Membuat keputusan yang menakutkan anda.
3.        Tindakan-tindakan anda dipenuhi penyesalan.
4.        Anda sepenuhnya tidak percaya diri dan hal tersebut terlihat dalam semua tindakan anda.

C
Mood (Suasana Hati)
  1. anda bersikap tidak menyenangkan terhadap mereka yang dekat dengan anda.
  2. Anda merasa terganggu karena masalah kecil.
  3. Anda terlihat muram

D
Keramahan
  1. Anda dingin tanpa perasaan dan tidak simpatik.

E
Antusiasme / Kesungguhan
  1. Sepenuhnya tidak antusias.

F
Penghakiman
1.       Cara anda menhakimi terlihat tidak seimbang.
2.       tanpa berpikir.
3.       Malas tidak mau belajar

G
Cara Bersikap
  1. Buruk dalam bersikap
  2. Jahat dan kasar.
  3. Melukai perasaan baik dalam tindakan maupun cara berbicara.

H
Ketenangan
  1. Tidak ada
  2. Bereaksi tidak baik terhadap semua situasi .
  3. Ceroboh.

I
Cara berbicara
  1. kacau.
  2. Suka menggunakan bahasa yang kasar.
  3. Keras dan meluakai hati.

J
Pemahaman
  1. Tidak memiliki pemahaman.
  2. sikap meledak-ledak.
  3. Sikap yang selalu berubah-ubah.

K
Modulasi Suara
  1. Menyakitkan.
  2. Mudah dipengaruhi emosi bahkan hanya karena masalah kecil.



            Setelah anda mengenali tanda-tanda stres, harapannya anda bisa terhindar dari stress, namun stress itu pasti datang.

            Cara untuk menghindari dan mengatasi stress, antara lain :

1.       Bel;ajarlah dari kesalahan-kesalahan tapi janganlah tenggelam dalam penderitaan dan penyesalan.

2.       Tertawa dengan lepas, karena tertawa baik untuk kesehatan ketika anda tertawa lepas sepenuh hati, akan memicu pelepasan endstin dari otak, dimana endostin adalah hormone yang membantu mengembangkan indra relaksasi dan kebahagiaan.

3.       selalu antusias, bersemangat, berpikir positif.

4.       Kurangnya kepribadian yang ceria , ramah dan hangat.

5.       Jangan takut di kritik namun tetap tegar

6.       Belajarlah untuk melihat masalah secara proporsional, miliki kemampuan untuk melihat keadaan sekarang dan kejadian yang akan datang dari sudut pandang yang paling luas. Ingat bila anda mengalami kesulitan ingatlah kesulitan yang lebih besar, hal ini membantu untuk mengatasi stress bila mengalami kesulitan.

7.       Jangan takut resiko atau jangan menghindari resiko. Takut pada resiko merupakan penghalang keberhasilan dan hal yang paling mudah menimbulkan stress.

8.       Belajarlah dan berbuatlah sesuai dengan kemampuan anda

9.       jangan bersikeras menuntut hak.
10.   jangan terlalu memikirkan diri sendiri, orang yang terlalu memikirkan diri sendiri, sering mangalami rasa putus asa, dan akhirnya menjadi stress.